KAJIAN PENYUSUNAN MASTERPLAN DRAINASE PERKOTAAN MADIUN SELESAI DIGARAP…
BAPPPEDA - Perkembangan wilayah harus selaras dengan infrastruktur pendukung, salah satunya sistem drainase kawasan. Bapppeda memfasilitasi penyusunan masterplan drainase dengan menggandeng tim ahli dari ITS. Masterplan drainase disusun sebagai pedoman perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan infrastruktur drainase di perkotaan. Selain itu, masterplan yang terakhir disusun tahun 2001 sudah tidak relevan dengan kemajuan Kota Madiun yang berkembang sangat pesat.
Pada hari Kamis (16/5) digelar seminar akhir pemaparan hasil kajian oleh tim ITS. “Masterplan ini menjadi acuan, sekaligus untuk menyesuaikan tata ruang perkotaan kita”, ucap Suwarno, Kepala Bapppeda Kota Madiun.
Dari 28 sub sistem drainase di Kota Madiun yang menjadi sasaran survei, ada beberapa masalah yang dapat teridentifikasi, yakni : sedimentasi pada badan saluran sehingga menyebabkan penurunan kapasitas alir saluran, dimensi saluran tidak sesuai debit rencana, beberapa saluran belum terhubung dengan sistem utama serta sedimentasi dan tumbuhan liar pada badan saluran sehingga menyebabkan penurunan kapasitas alir saluran.
Setelah tim ahli menggodok hasil surveinya, maka ada beberapa hal yang menjadi rencana tindaklanjut kepada Pemkot Madiun antara lain untuk : peningkatan saluran primer sesuai dengan debit rencana, pembuatan saluran baru atau peningkatan saluran eksisting untuk menghubungkan saluran dengan sistem primer, monitoring dan pengerukan sedimen pada saluran secara berkala,
Dengan tersusunnya dokumen masterplan drainase perkotaan adalah sebagai pedoman pengelolaan drainase Kota Madiun secara menyeluruh mulai tahap perencanaan, konstruksi, operasi dan pemeliharaan. Hal ini merupakan upaya guna mewujudkan sistem drainase perkotaan yang efektif dan saling terintegrasi.(*litbang)